|
H
|
ai!!!
Aku Alexa Stefanie Recindy Wijaya. Aku terlahir dari pasangan Suami-Istri Aliandra
Wijaya dan Alexa. Aku terlahir dengan anggota tubuh yang sempurna. Aku memiliki
kakak laki-laki yang super cuek. Namanya Al-Ghazali, hehe bukan kok. Namanya
Nauval Wijaya. Oh iya! Kata Papa,Alexa itu diambil dari nama alm.mama, Stefanie
itu artinya anak perempuan yang dimahkotai sekaligus memiliki fikiran yang
licik dan tidak mudah dibodohi orang, Recindy diambil dari nama artis favorite
mama dan papa dulu, dan Wijaya adalah nama papaku. Mamaku meninggal seminggu
setelah ulang tahunku yang ke 13, alias tahun lalu. Mama yang selama ini aku
anggap perempuan yang kuat dan ceria ternyata terkena penyakit mengerikan. Aku
juga tidak tahu pasti apa penyakitnya, kata Papa sih cuma anemia.
Aku terlahir dari keluarga yang
sederhana. Alm.Mama dan Papaku membuka Toko Sembako. Tidak besar memang
penghasilannya tapi bisa menutupi kebutuhan kami semua. Tapi itu dulu, semenjak
mama pergi, papa berhasil mengembangkan usahanya dan membangun sebuah
perusahaan perusahaan. Semua itu menjadikan papa orang yang workaholic dan
melupakan kalau aku dan kak Nauval masih butuh kasih sayang seorang papa. Untuk
aku sih tidak berefek apa-apa, karena aku berfikit itu cara papa untuk
melupakan kesedihannya. Tapi, kak Nauval
berfikiran lain dan berubah. Semenjak itu dia menjadi orang yang ugal-ugalan,
tak jarang aku dipukuli. Untungnya, dia jarang pulang kerumah. Ah!! Aku
kelupaan sesuatau. Umurku 14 tahun. Aku lahir di Palembang, 19 September 2002.
Ada yang tanggalnya kembaran sama aku??? Hahaha aku harap ada. Karena kalian
yang sama dengan aku pasti sangat beruntung, karena aku adalah gadis yang
sangatttttttt cantik. Hehehe just kidding. Eitssss, aku gak sejelek yang kalian
kira kok.
Aku gadis keturunan Tionghoa. Mataku
tidak terlalu kecil. Yang unik dari mataku adalah, mataku sipit sebelah. Heheh
jika kalian menganggap itu cacat tidak masalah kok karena aku menganggapnya
sebai salah satu keunikan yang diberikan Sidartha Gautama kepadaku. Ya kalian
benar lagi. Agamaku Buddha. Apa ada yang keberatan dengan agamaku?? Jikapun ada
aku tidak terlalu ambil pusing. Toh, yang menjalakan itu semua adalah aku bukan
kalian.
Hidupku
tak beda jauh dari remaja-remaja putri lainnya. Selalu menjalani hari-hari
dengan senyum yang mengembang dibibiku ini. Konon katanya, jika kita selalu
tersenyum yakinlah jika hari hari kita akan indah hehe. Terkadang aku
merindukan kasih sayang orangtuaku. Merindukan masakkan mama, nasihat papa, dan
banyak lagi. Pesanku untuk kalian yang orang tuanya masih ada, jangan sesekali
melawan mereka karena jika mereka sudah tidak ada kalian akan merasa apa yang
mereka berikan kepada kalian itu sungguh besar dan tak ternilai oleh apa-pun.
Tinggi badanku kurang lebih 167 cm
dan itu sudah termasuk tinggi di sekolahku. Ukuran baju ku XL. Sumpah aku gak gendut kok. Badanku pas pasan. Tidak
terlalu gendut, tidak terlalu kurus. Teman-teman sekolah memanggilku Stefanie, Stef,Step-bukan nama penyakit-Fan,
Ani, Alexa, Lexa, cindy, dan lain-lain. Banyakkan?? Heheh tenang orangnya cuma
satu kok. Aku kelas 3 SMA. Jadwalpun memadat. Senin nanti, aku akan menghadapi
UJIAN PRAKTIK. Lalu kemudian libur Paskah. Berhubung sekolahku sekolah Katholik
jadi liburnya lumayan lama deh!!! Jangan bangga dulu-,- penderitaan yang
sesungguhnya akan dimulai setelah itu. Setelah libur Paskah kami – siswa/I
kelas 3 SMA- akan berperang dengan Ujian Sekolah Berbasis Nasional serta Ujian
Sekolah. Setelah kami akan menghadapi Ujian yang lebih lebih lebih sebenarnya.
You know it!!! Ya, UNBK!!!!
Ahh, untuk membahasnya saja kepalaku
seakan ditimpa besi 100 ton. Astaga!!! Belum lagi kuliah, pasti itu akan tambah
berat!!!! Tapi tenang, aku yakin semua akan indah pada saatnya. Eaaaaaaaaaa. Aku juga memakai
kacamata. Ukuran sepatuku 41. Siapa tahu diantara kalian ada yang mamu
membelikanku sepatu??? Dari tadi aku belum kasih tahu ya aku tinggal dimana???
Aku tinggal di bumi. Negaraku Indonesia, Negara yang pernah di jajah Belanda
selama 365 abad. Huuuuuuuu!!!! Sungguh kejam Belanda!!!! Ehhhh!!! Aku gak
dendam kok Om Belanda yang imut!!! Jangan jajah hati aku lagi ya!!! Ehh
salah!!! Jangan jajah Negara aku ya Om!!!!
Oh iya!!! Aku punya sahabat. Namanya
Nathan Al-King. Teman-teman biasanya memanggilnya Nathan atau Al –terkecuali
aku- Aku memanggilnya King. Dia yang memintaku untuk memanggilnya King, dan
kata dia lagi cuma aku yang boleh memanggilnya King. Dia lahir dari keluarga yang bisa dikatakan
lebih dari cukup. Hidupnya hampir sempurna. Meskipun dia terlahir dari keluarga
yang workaholic itu tidak membuat dia
kekurangan kasih sayang. Orang tuanya masih menyempatkan untuk pulang sebulan 2
kali. Matanya yang berwarna biru keturunan ayahnya yang dari Eropa. Ya, King
adalah anak blasteran. Kulitnya yang berbeda dari kulit anak Asia membuat dia
lebih mencolok. Tubuhnya juga lebih tinggi dari aku. Ahhh!! Oke oke, jauh lebih
tinggi dari aku-185 cm-. Wajahnya sudah dipastikan sangan tampan. Dia juga anak
yang sangat ramah. Tidak beda dariku. Namun, otaknya yang sedikit tidak
waras!!! Eitsssss. Dia pintar kok, meskipun masih pintar gua-ketawa jahat-.
Tidak waras maksudku, bercandanya suka berlebihan. Dan dia… Ah!! Oke oke!! Dia
POPULER!! PUAS???!
Banyak yang bilang, cewek yang deket
sama King itu beruntung. Dan gue salah satu dari mereka. Mereka ya??? Entah
saat mendengar kata itu hatiku berdenyut. Kami sudah berteman dari kecil, sudah
saling mengerti dan mengetahui kekurangan masing masing. Wajarkan jika aku
menaruh perasaan kepada King?? Apalagi sikapnya yang terus mengistemewahkan ku.
Apa saja yang aku minta pasti dikasih. Weitssss
aku gak matre kok. Lagian ada pepatah yang bilang persahabatan cewek sama cowok itu mustail kalo salah satunya gak ada
rasa. Dulu, aku percaya jika itu tidak ada, tapi tidak sekrang. Bukankah
kita tidak percaya dngan sesuatu jika kita belum melihat atau merasakannya??? Tapi
sayang, dia menyukai orang lain. Orang lain itu adalah… Sudahlah!! Biarlah
menjadi rahasiaku dan King. Sikapnya yang selalu menomor satukkanku. Lagian
jika kita saling mencintai, kepercayaan kitapun beda. Akan susah untuk
dilanjutkan, meskipun kami sudah bersama-sma sejak SD. Semua itu mungkin akan
terjadi, bahkan hampir terjadi jika saja… bukan takdir yang berbicara…