Sabtu, 22 Juli 2017

BBC (Basa-Basi Cantik)


H
ai!!! Aku Alexa Stefanie Recindy Wijaya. Aku terlahir dari pasangan Suami-Istri Aliandra Wijaya dan Alexa. Aku terlahir dengan anggota tubuh yang sempurna. Aku memiliki kakak laki-laki yang super cuek. Namanya Al-Ghazali, hehe bukan kok. Namanya Nauval Wijaya. Oh iya! Kata Papa,Alexa itu diambil dari nama alm.mama, Stefanie itu artinya anak perempuan yang dimahkotai sekaligus memiliki fikiran yang licik dan tidak mudah dibodohi orang, Recindy diambil dari nama artis favorite mama dan papa dulu, dan Wijaya adalah nama papaku. Mamaku meninggal seminggu setelah ulang tahunku yang ke 13, alias tahun lalu. Mama yang selama ini aku anggap perempuan yang kuat dan ceria ternyata terkena penyakit mengerikan. Aku juga tidak tahu pasti apa penyakitnya, kata Papa sih cuma anemia.

            Aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Alm.Mama dan Papaku membuka Toko Sembako. Tidak besar memang penghasilannya tapi bisa menutupi kebutuhan kami semua. Tapi itu dulu, semenjak mama pergi, papa berhasil mengembangkan usahanya dan membangun sebuah perusahaan perusahaan. Semua itu menjadikan papa orang yang workaholic dan melupakan kalau aku dan kak Nauval masih butuh kasih sayang seorang papa. Untuk aku sih tidak berefek apa-apa, karena aku berfikit itu cara papa untuk melupakan kesedihannya. Tapi,  kak Nauval berfikiran lain dan berubah. Semenjak itu dia menjadi orang yang ugal-ugalan, tak jarang aku dipukuli. Untungnya, dia jarang pulang kerumah. Ah!! Aku kelupaan sesuatau. Umurku 14 tahun. Aku lahir di Palembang, 19 September 2002. Ada yang tanggalnya kembaran sama aku??? Hahaha aku harap ada. Karena kalian yang sama dengan aku pasti sangat beruntung, karena aku adalah gadis yang sangatttttttt cantik. Hehehe just kidding. Eitssss, aku gak sejelek yang kalian kira kok.

            Aku gadis keturunan Tionghoa. Mataku tidak terlalu kecil. Yang unik dari mataku adalah, mataku sipit sebelah. Heheh jika kalian menganggap itu cacat tidak masalah kok karena aku menganggapnya sebai salah satu keunikan yang diberikan Sidartha Gautama kepadaku. Ya kalian benar lagi. Agamaku Buddha. Apa ada yang keberatan dengan agamaku?? Jikapun ada aku tidak terlalu ambil pusing. Toh, yang menjalakan itu semua adalah aku bukan kalian.
Hidupku tak beda jauh dari remaja-remaja putri lainnya. Selalu menjalani hari-hari dengan senyum yang mengembang dibibiku ini. Konon katanya, jika kita selalu tersenyum yakinlah jika hari hari kita akan indah hehe. Terkadang aku merindukan kasih sayang orangtuaku. Merindukan masakkan mama, nasihat papa, dan banyak lagi. Pesanku untuk kalian yang orang tuanya masih ada, jangan sesekali melawan mereka karena jika mereka sudah tidak ada kalian akan merasa apa yang mereka berikan kepada kalian itu sungguh besar dan tak ternilai oleh apa-pun.

            Tinggi badanku kurang lebih 167 cm dan itu sudah termasuk tinggi di sekolahku. Ukuran baju ku XL. Sumpah aku  gak gendut kok. Badanku pas pasan. Tidak terlalu gendut, tidak terlalu kurus. Teman-teman sekolah memanggilku  Stefanie, Stef,Step-bukan nama penyakit-Fan, Ani, Alexa, Lexa, cindy, dan lain-lain. Banyakkan?? Heheh tenang orangnya cuma satu kok. Aku kelas 3 SMA. Jadwalpun memadat. Senin nanti, aku akan menghadapi UJIAN PRAKTIK. Lalu kemudian libur Paskah. Berhubung sekolahku sekolah Katholik jadi liburnya lumayan lama deh!!! Jangan bangga dulu-,- penderitaan yang sesungguhnya akan dimulai setelah itu. Setelah libur Paskah kami – siswa/I kelas 3 SMA- akan berperang dengan Ujian Sekolah Berbasis Nasional serta Ujian Sekolah. Setelah kami akan menghadapi Ujian yang lebih lebih lebih sebenarnya. You know it!!! Ya, UNBK!!!!
           
            Ahh, untuk membahasnya saja kepalaku seakan ditimpa besi 100 ton. Astaga!!! Belum lagi kuliah, pasti itu akan tambah berat!!!! Tapi tenang, aku yakin semua akan indah pada saatnya. Eaaaaaaaaaa. Aku juga memakai kacamata. Ukuran sepatuku 41. Siapa tahu diantara kalian ada yang mamu membelikanku sepatu??? Dari tadi aku belum kasih tahu ya aku tinggal dimana??? Aku tinggal di bumi. Negaraku Indonesia, Negara yang pernah di jajah Belanda selama 365 abad. Huuuuuuuu!!!! Sungguh kejam Belanda!!!! Ehhhh!!! Aku gak dendam kok Om Belanda yang imut!!! Jangan jajah hati aku lagi ya!!! Ehh salah!!! Jangan jajah Negara aku ya Om!!!!
           
            Oh iya!!! Aku punya sahabat. Namanya Nathan Al-King. Teman-teman biasanya memanggilnya Nathan atau Al –terkecuali aku- Aku memanggilnya King. Dia yang memintaku untuk memanggilnya King, dan kata dia lagi cuma aku yang boleh memanggilnya King.  Dia lahir dari keluarga yang bisa dikatakan lebih dari cukup. Hidupnya hampir sempurna. Meskipun dia terlahir dari keluarga yang workaholic itu tidak membuat dia kekurangan kasih sayang. Orang tuanya masih menyempatkan untuk pulang sebulan 2 kali. Matanya yang berwarna biru keturunan ayahnya yang dari Eropa. Ya, King adalah anak blasteran. Kulitnya yang berbeda dari kulit anak Asia membuat dia lebih mencolok. Tubuhnya juga lebih tinggi dari aku. Ahhh!! Oke oke, jauh lebih tinggi dari aku-185 cm-. Wajahnya sudah dipastikan sangan tampan. Dia juga anak yang sangat ramah. Tidak beda dariku. Namun, otaknya yang sedikit tidak waras!!! Eitsssss. Dia pintar kok, meskipun masih pintar gua-ketawa jahat-. Tidak waras maksudku, bercandanya suka berlebihan. Dan dia… Ah!! Oke oke!! Dia POPULER!! PUAS???!
           

            Banyak yang bilang, cewek yang deket sama King itu beruntung. Dan gue salah satu dari mereka. Mereka ya??? Entah saat mendengar kata itu hatiku berdenyut. Kami sudah berteman dari kecil, sudah saling mengerti dan mengetahui kekurangan masing masing. Wajarkan jika aku menaruh perasaan kepada King?? Apalagi sikapnya yang terus mengistemewahkan ku. Apa saja yang aku minta pasti dikasih. Weitssss aku gak matre kok. Lagian ada pepatah yang bilang persahabatan cewek sama cowok itu mustail kalo salah satunya gak ada rasa. Dulu, aku percaya jika itu tidak ada, tapi tidak sekrang. Bukankah kita tidak percaya dngan sesuatu jika kita belum melihat atau merasakannya??? Tapi sayang, dia menyukai orang lain. Orang lain itu adalah… Sudahlah!! Biarlah menjadi rahasiaku dan King. Sikapnya yang selalu menomor satukkanku. Lagian jika kita saling mencintai, kepercayaan kitapun beda. Akan susah untuk dilanjutkan, meskipun kami sudah bersama-sma sejak SD. Semua itu mungkin akan terjadi, bahkan hampir terjadi jika saja… bukan takdir yang berbicara…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar